HMJ PBA (ITLA’) Hadirkan Sinergi Bahasa dan Literasi Keuangan Bersama OJK Cirebon di Gelaran Gebyar Bahasa Arab 2025
Cirebon, 23 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (...
HMJ PBA (ITLA’) Hadirkan Sinergi Bahasa dan Literasi Keuangan Bersama OJK Cirebon di Gelaran Gebyar Bahasa Arab 2025
Cirebon, 23 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (ITLA’) kembali mengukir kesuksesan melalui penyelenggaraan Gebyar Bahasa Arab (GBA) 2025. Acara tahunan bergengsi ini digelar pada Selasa, 23 September 2025, bertempat di Gedung ICC UIN Cirebon.
Sejak awal, Gebyar Bahasa Arab dikenal sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kecintaan pada bahasa dan budaya Arab melalui beragam kegiatan akademik, seni, dan budaya. Namun, pada tahun ini, GBA tampil dengan warna baru yang lebih kaya dan relevan: menghadirkan sesi edukasi literasi keuangan. Hal ini menjadi bukti bahwa HMJ PBA tidak hanya menumbuhkan intelektualitas dan kebudayaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan wawasan praktis dalam menghadapi dinamika zaman.
OJK Hadirkan Wawasan Baru: Bahaya Pinjol dan Investasi Ilegal
Momen penting dalam Gebyar Bahasa Arab 2025 adalah kehadiran Tesar Pratama Gustrasjidi, Asisten Direktur Kantor OJK Cirebon, sebagai pemateri utama. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan data yang kuat, beliau mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dan waspada terhadap fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal serta maraknya investasi bodong yang kian meresahkan masyarakat.
Dalam paparannya, Tesar menegaskan bahwa pinjol ilegal sering menjerat masyarakat, terutama kalangan muda, dengan bunga tinggi, ancaman penagihan, serta penyalahgunaan data pribadi. Tidak hanya itu, fenomena investasi ilegal juga menjadi ancaman serius. Banyak mahasiswa dan generasi muda terjebak karena tergoda janji keuntungan instan, ditambah tekanan sosial dari fenomena FOMO (Fear of Missing Out) di media sosial.
“Generasi muda adalah target utama praktik keuangan ilegal. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki literasi keuangan yang memadai, agar tidak mudah terjerat bujuk rayu yang merugikan. OJK hadir untuk memastikan perlindungan masyarakat sekaligus mendorong mahasiswa agar lebih bijak dalam mengelola keuangan,” tegas Tesar.
Tidak sedikit mahasiswa tampak antusias mengikuti jalannya acara. Mereka tidak hanya disuguhi pemaparan materi, tetapi juga diajak berdiskusi langsung mengenai berbagai kasus nyata yang pernah terjadi di masyarakat. Hal ini menciptakan suasana interaktif, di mana mahasiswa bisa menyampaikan pertanyaan, keresahan, sekaligus memperoleh jawaban yang solutif.
Edukasi ini dipandang sangat penting karena mahasiswa—sebagai kelompok intelektual muda—sering kali menjadi target empuk praktik penipuan digital. Melalui kegiatan ini, mereka diingatkan bahwa kecerdasan akademik harus diimbangi dengan kecerdasan finansial agar dapat bertahan dan berkembang di tengah derasnya arus informasi dan teknologi.
Acara ini menjadi refleksi bahwa mahasiswa PBA bukan hanya pemerhati ilmu bahasa, tetapi juga calon intelektual yang siap menghadapi tantangan global, baik di bidang akademik maupun sosial-ekonomi.
Dengan berakhirnya Seminar Keuangan oleh OJK di Gebyar Bahasa Arab 2025, tersisa sebuah pesan kuat: mahasiswa harus terus bersatu, bertumbuh, dan menemukan jati diri melalui bahasa sekaligus memperkuat benteng diri dari ancaman keuangan ilegal.
Diharapkan momentum ini menjadi titik awal yang menginspirasi mahasiswa untuk lebih aktif, kritis, dan produktif. Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi yang tidak hanya berdaya dalam keilmuan bahasa Arab, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan finansial di era digital.
Cirebon, 23 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (ITLA’) kembali mengukir kesuksesan melalui penyelenggaraan Gebyar Bahasa Arab (GBA) 2025. Acara tahunan bergengsi ini digelar pada Selasa, 23 September 2025, bertempat di Gedung ICC UIN Cirebon.
Sejak awal, Gebyar Bahasa Arab dikenal sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kecintaan pada bahasa dan budaya Arab melalui beragam kegiatan akademik, seni, dan budaya. Namun, pada tahun ini, GBA tampil dengan warna baru yang lebih kaya dan relevan: menghadirkan sesi edukasi literasi keuangan. Hal ini menjadi bukti bahwa HMJ PBA tidak hanya menumbuhkan intelektualitas dan kebudayaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan wawasan praktis dalam menghadapi dinamika zaman.
OJK Hadirkan Wawasan Baru: Bahaya Pinjol dan Investasi Ilegal
Momen penting dalam Gebyar Bahasa Arab 2025 adalah kehadiran Tesar Pratama Gustrasjidi, Asisten Direktur Kantor OJK Cirebon, sebagai pemateri utama. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan data yang kuat, beliau mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dan waspada terhadap fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal serta maraknya investasi bodong yang kian meresahkan masyarakat.
Dalam paparannya, Tesar menegaskan bahwa pinjol ilegal sering menjerat masyarakat, terutama kalangan muda, dengan bunga tinggi, ancaman penagihan, serta penyalahgunaan data pribadi. Tidak hanya itu, fenomena investasi ilegal juga menjadi ancaman serius. Banyak mahasiswa dan generasi muda terjebak karena tergoda janji keuntungan instan, ditambah tekanan sosial dari fenomena FOMO (Fear of Missing Out) di media sosial.
“Generasi muda adalah target utama praktik keuangan ilegal. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki literasi keuangan yang memadai, agar tidak mudah terjerat bujuk rayu yang merugikan. OJK hadir untuk memastikan perlindungan masyarakat sekaligus mendorong mahasiswa agar lebih bijak dalam mengelola keuangan,” tegas Tesar.
Tidak sedikit mahasiswa tampak antusias mengikuti jalannya acara. Mereka tidak hanya disuguhi pemaparan materi, tetapi juga diajak berdiskusi langsung mengenai berbagai kasus nyata yang pernah terjadi di masyarakat. Hal ini menciptakan suasana interaktif, di mana mahasiswa bisa menyampaikan pertanyaan, keresahan, sekaligus memperoleh jawaban yang solutif.
Edukasi ini dipandang sangat penting karena mahasiswa—sebagai kelompok intelektual muda—sering kali menjadi target empuk praktik penipuan digital. Melalui kegiatan ini, mereka diingatkan bahwa kecerdasan akademik harus diimbangi dengan kecerdasan finansial agar dapat bertahan dan berkembang di tengah derasnya arus informasi dan teknologi.
Acara ini menjadi refleksi bahwa mahasiswa PBA bukan hanya pemerhati ilmu bahasa, tetapi juga calon intelektual yang siap menghadapi tantangan global, baik di bidang akademik maupun sosial-ekonomi.
Dengan berakhirnya Seminar Keuangan oleh OJK di Gebyar Bahasa Arab 2025, tersisa sebuah pesan kuat: mahasiswa harus terus bersatu, bertumbuh, dan menemukan jati diri melalui bahasa sekaligus memperkuat benteng diri dari ancaman keuangan ilegal.
Diharapkan momentum ini menjadi titik awal yang menginspirasi mahasiswa untuk lebih aktif, kritis, dan produktif. Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi yang tidak hanya berdaya dalam keilmuan bahasa Arab, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan finansial di era digital.
Bagikan Artikel: