Cirebon, 18 Agustus 2026 — Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Jurusan dengan agenda “Bedah RPS: Menyelaraskan RPS Berbasis OBE dan SDGs”, Selasa (18/8/2026), bertempat di Ruang Jurusan PBA Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen Jurusan PBA sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada semester akademik 2026/2027.
Kegiatan bedah RPS menjadi momentum penting bagi Jurusan PBA untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah tidak hanya memiliki capaian pembelajaran yang terukur melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE), tetapi juga memiliki keterkaitan yang jelas dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Menyelaraskan RPS dengan Capaian Pembelajaran
Dalam kegiatan tersebut, para dosen PBA melakukan telaah terhadap RPS masing-masing mata kuliah, khususnya pada aspek Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, indikator pencapaian, metode pembelajaran, bentuk penugasan, serta sistem penilaian.
Penyelarasan ini diarahkan agar setiap komponen RPS memiliki hubungan yang logis dan terukur. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi benar-benar diarahkan untuk menghasilkan kompetensi yang sesuai dengan profil lulusan dan kebutuhan perkembangan mahasiswa.
Pendekatan OBE menjadi salah satu fokus penting karena menempatkan hasil atau capaian pembelajaran mahasiswa sebagai orientasi utama proses pendidikan. Oleh karena itu, dosen didorong untuk memastikan kesesuaian antara capaian, materi, aktivitas pembelajaran, tugas, dan asesmen.
Mengintegrasikan SDGs dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Selain penguatan OBE, rapat juga membahas bagaimana mata kuliah dalam Program Studi PBA dapat berkontribusi terhadap pencapaian SDGs. Integrasi SDGs diarahkan agar pembelajaran bahasa Arab memiliki kontribusi terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan, baik melalui materi pembelajaran, proyek mahasiswa, penelitian, maupun aktivitas pembelajaran berbasis pemecahan masalah.
Melalui pemetaan tersebut, setiap mata kuliah diharapkan dapat menunjukkan kontribusinya terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan yang relevan, tanpa menghilangkan substansi keilmuan Pendidikan Bahasa Arab.
Hal ini sekaligus memperkuat karakter PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai program studi yang mengintegrasikan pendidikan bahasa Arab, teknologi digital, inovasi pembelajaran, dan nilai-nilai keberlanjutan.
Dosen PBA Bersama-sama Menelaah dan Menyempurnakan RPS
Kehadiran para dosen dalam rapat memberikan ruang untuk melakukan diskusi dan penyamaan persepsi. Bedah RPS tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi menjadi forum akademik untuk saling memberikan masukan terhadap desain pembelajaran.

Melalui diskusi bersama, dosen dapat mengidentifikasi bagian-bagian RPS yang masih perlu disempurnakan, terutama dalam memastikan keselarasan antara CPL, CPMK, Sub-CPMK, aktivitas pembelajaran, asesmen, dan kontribusi terhadap SDGs.
Proses ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya RPS yang lebih konsisten antar-mata kuliah serta mendukung pelaksanaan pembelajaran yang terukur dan berorientasi pada hasil.
Menuju Pembelajaran PBA yang Unggul dan Berkelanjutan
Ketua Jurusan PBA, Nanin Sumiarni, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan bedah RPS merupakan bagian dari komitmen jurusan untuk terus melakukan peningkatan mutu pembelajaran.
Penyelarasan RPS berbasis OBE dan SDGs diharapkan mampu menghasilkan desain pembelajaran yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan tantangan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan kegiatan ini, Jurusan PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat budaya akademik yang kolaboratif, reflektif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu. RPS diharapkan menjadi instrumen strategis yang menghubungkan visi program studi dengan proses pembelajaran di kelas sekaligus memastikan kontribusi nyata pendidikan bahasa Arab terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Bedah RPS bukan sekadar menyusun dokumen pembelajaran, tetapi memastikan setiap proses pembelajaran memiliki capaian yang jelas, terukur, relevan, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.”